Metode Penelitian–Perumusan Masalah

imageimage

Selengkapnya

Metode Penelitian–Rumusan Masalah

Masalah penelitian umumnya bersumber dari pengalaman di lingkungan pekerjaan atau profesi masing-masing peneliti, deduksi dari suatu toeri, ataupun laporan penelitian. Secara sederhana, masalah diartikan sebagai adanya perbedaan antara kenyataan dengan sesuatu yang diharapkan. sebagai misal, diharapkan setelah mengikuti program SLPTT, produktivitas kedelai yang dihasilkan petani hanya 1,1 ton/ha, sementara harapan produktivitas setelah pelaksanaan program SLPTT adalah mencapai 2,3 ton/ha.

Sebelum merumuskan masalah penelitian, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan identifikasi masalah. Identifikasi masalah berarti mengenali berbagai masalah yang relevan dengan topik penelitian. Sebenarnya proses identifikasi masalah telah tampak pada latar belakang penelitian, bedanya pada latar belakang mungkin peneliti melakukan analisis yang mendalam dengan alasan-alasan yang panjang sementara pada rumusan masalah peneliti hanya mengemukakan secara ringkas pokok-pokok masalah yang telah teridentifikasi.

Rumusan masalah merupakan penegasan tentang hal-hal spesifik yang akan dikaji oleh peneliti. Rumusan masalah paling mudah dikemukakan dalam bentuk pertanyaan (research question) yakni mempertanyakan hal-hal yang telah dibatasi sesuai ruang batasan masalah yang dipikirkan oleh peneliti. Rumusan masalah seyogyanya dapat mengantarkan pembaca untuk memahami hubungan ataupun saling keterkaitan variabel-variabel yang dipilih (dibatasi) dengan variabel utama penelitian. Selengkapnya

Pengantar Agribisnis – Peranan Agribisnis dlm Perekonomian Nasional

imageimage

Selengkapnya

Metode Penelitian–Klasifikasi/Jenis Penelitian

 

imageimageimage Selengkapnya

Metode Penelitian–Latar Belakang

Latar belakang merupakan bagian awal yang sangat penting dalam suatu  penelitian. Alasan-alasan penting mengapa suatu topik penelitian dipilih sebagai bahan kajian dalam penelitian diuraikan secara komprehensif di dalam latar belakang. Alasan-alasan tersebut dapat dirujuk dari referensi ilmiah (jurnal penelitian, laporan resmi) yang perlu dikuatkan oleh fakta di lapangan atau kondisi empiris di lapangan.

Hal-hal apakah yang dapat dikemukakan di latar belakang?

  • Gambaran umum lokasi penelitian. Gambaran umum lokasi penelitian harus dikemukakan secara jelas. Misalnya jika penelitian di lakukan berkenaan dengan topik komoditi karet, maka minimal dapat dikemukakan peranan komoditi karet dalam perekonomian, jumlah petani karet yang menggantungkan hidupnya pada komoditi karet, kondisi tanaman karet baik menurut pola pengusahaan maupun menurut status tanaman tua, tanaman belum menghasilkan maupun tanaman rusak.
  • Alasan penting/peranan-peranan penting dari setiap variabel yang diteliti.¬† Alasan-alasan penting ini sebaiknya dikemukakan dengan merujuk (mengutip) sumber referensi ilmiah, misalnya buku teks atau jurnal, yang selanjutnya diperkaya oleh argumentasi pemikiran si peneliti.
  • Masalah-masalah empiris dari setiap variabel yang diteliti. Masalah-masalah empirik yang dimaksud di sini adalah masalah yang diperoleh ketika melakukan penelitian pendahuluan (mencari informasi), yakni dengan pengamatan langsung oleh peneliti di lapangan, dokumen dokumen tertulis, berita di media masa, wawancara dengan pihak terkait atau bisa juga dengan penyebaran angket yang bermaksud menggali permasalahan untuk mendapatkan informasi awal.

Selengkapnya

PIP – Pertanian dan Lingkungan Alam

imageimage

Selengkapnya

Metode Penelitian–Kuliah Pengantar

 

imageimageimage Selengkapnya

Pengantar Agribisnis–Kuliah Pendahuluan

imageimage

Selengkapnya

PIP, Pengantar, 18 Sept 2014

imageimageimage Selengkapnya

Metode Penelitian – Pengertian Penelitian

Apakah yang mendorong manusia untuk mempertanyakan berbagai hal yang belum diketahui dan difahaminya? Kekuatan yang mendorong untuk mempertanyakan itu adalah rasa ingin tahu (human curiosity). Human coriosity ini mengisyaratkan adanya keinginan manusia untuk lebih memahami dunia dimana ia hidup, baik dunia alam maupun dunia sosial.

Disamping human curiosity, manusia juga mempunya kemampuan mengabstraksi dan kemampuan berbahasa, yang memungkinkan manusia untuk berkomunikasi, belajar dan menyimpulkan perbendaharaan pengetahuannya, sehingga memungkinkan berkembangnya perbendaharaan pengetahuan manusia dari waktu ke waktu. Semakin banyak pengertian dan pengetahuan yang difahami seseorang, menunjukkan seberapa luas dunia yang ia ketahui dan fahami. Selengkapnya

Previous Older Entries

September 2014
M S S R K J S
« Apr    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 17,589 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.