Metode Penelitian-Jenis Data

Satu modal penting yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh peneliti dalam melakukan penelitian adalah pengertian mengenai jenis data yang akan dianalisis. Jenis data dalam penelitian, paling tidak dapat dikelompokkan kedalam empat jenis: data nominal, ordinal,interval dan rasio.

1. Data Nominal.

Data ini sering disebut data diskrit, kategorik, atau dikhotomi. Disebut data diskrit karena data ini memiliki sifat terpisah satu sama lainnya dan tidak terdapat hubungan sama sekali. Sebagai misal, data penelitian dikategorikan ke dalam kelompok “ya” dan “tidak” saja, misal laki-laki/wanita (laki-laki adalah ya laki-laki; dan wanita adalah tidak laki-laki). Data nominal selain contoh di atas dapat juga berupa angka-angka. Angka-angka tersebut bukanlah seatu atribut, oleh sebab itu pada angka tersebut tidak berlaku hitungan matematis. Contoh data ini misalnya nomor punggung pemain sepakbola, nomor rumah dan lainnya. Selengkapnya

Metode Penelitian-Kerangka Pemikiran

Beberapa literatur sering menyamakan terminologi kerangka pemikiran dengan kerangka konseptual. Apakah hakikat dari kerangka pemikiran? Dalam kerangka pemikiran hal mendasar yang perlu dikemukakan adalah hubungan suatu variabel dengan variabel lainnya, terutama variabel yang diteliti dan kerangka pemikiran merupakan manifestasi pemikiran peneliti dalam konteks penelitian-penelitian lain yang relevan.

Dua sumber utama dalam menyusun kerangka pemikiran adalah tinjauan teoritis dan penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Dari tinjauan teoritis, peneliti mengekstraksi teori yang mendasari penelitian, termasuk variabel-variabel yang dibutuhkan untuk menjelaskan masalah penelitian dan dari penelitian terdahulu yang relevan, peneliti mendapatkan pemahaman hasil-hasil penelitian berikut metodenya. Dari dua sumber ini, peneliti meramu kembali penelitan yang akan dilakukan peneliti dalam sub-bab yang disebut kerangka pemikiran. Selengkapnya

Metode Penelitian–Kajian Teoritis

Dalam penelitian, biasanya teori dikaji dalam suatu sub-bab tersendiri. Teori merupakan kumpulan konsep/konstruk, batasan dan proposisi yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang suatu fenomena/gejala, dengan merinci hubungan-hubungan antar variabel. dengan tujuan menjelaskan dan memprediksi fenomena/gejala tersebut. Misalnya teori permintaan: menyatakan bahwa permintaan konsumen terhadap suatu barang di pengaruhi oleh harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan konsumen, selera dan faktor-faktor lainnya. Hubungan-hubungan yang dapat dijelaskan dalam kajian teoritis seperti jika harga barang naik (untuk barang normal) maka permintaan konsumen terhadap barang tersebut akan menurun. Begitupun penjelasan hubungan harga barang lain terhadap permintaan suatu barang, akan sampai pada penjelasan apakah barang lain tersebut bersifat substitusi atau sebaliknya bersifat komplementar.

Cara mengkaji teori agar mampu menjelaskan variabel-variael yang diteliti, paling tidak dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa. Apa definisi dari suatu variabel penelitian yang dikaji.
  • Mengapa. Mengapa variabel tersebut penting (arti penting, peranan penting, urgensi, kemanfaatan variabel).
  • Bagaimana. Bagaimana variabel tersebut terbentuk, dari konsep apa saja variabel tersebut berasal, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, bagaimana kriteria untuk mengukur variabel tersebut.

Selengkapnya

Sejarah dan Perkembangan Pertanian

imageimageimage Selengkapnya

Metode Penelitian–Tinjauan Pustaka

imageimageimage Selengkapnya

Pengantar Agribisnis–Komponen Agribisnis

imageimage

Selengkapnya

PIP–Sains dan Teknologi Pertanian

imageimageimage Selengkapnya

Metode Penelitian–Perumusan Masalah

imageimage

Selengkapnya

Metode Penelitian–Rumusan Masalah

Masalah penelitian umumnya bersumber dari pengalaman di lingkungan pekerjaan atau profesi masing-masing peneliti, deduksi dari suatu toeri, ataupun laporan penelitian. Secara sederhana, masalah diartikan sebagai adanya perbedaan antara kenyataan dengan sesuatu yang diharapkan. sebagai misal, diharapkan setelah mengikuti program SLPTT, produktivitas kedelai yang dihasilkan petani hanya 1,1 ton/ha, sementara harapan produktivitas setelah pelaksanaan program SLPTT adalah mencapai 2,3 ton/ha.

Sebelum merumuskan masalah penelitian, sebaiknya terlebih dahulu dilakukan identifikasi masalah. Identifikasi masalah berarti mengenali berbagai masalah yang relevan dengan topik penelitian. Sebenarnya proses identifikasi masalah telah tampak pada latar belakang penelitian, bedanya pada latar belakang mungkin peneliti melakukan analisis yang mendalam dengan alasan-alasan yang panjang sementara pada rumusan masalah peneliti hanya mengemukakan secara ringkas pokok-pokok masalah yang telah teridentifikasi.

Rumusan masalah merupakan penegasan tentang hal-hal spesifik yang akan dikaji oleh peneliti. Rumusan masalah paling mudah dikemukakan dalam bentuk pertanyaan (research question) yakni mempertanyakan hal-hal yang telah dibatasi sesuai ruang batasan masalah yang dipikirkan oleh peneliti. Rumusan masalah seyogyanya dapat mengantarkan pembaca untuk memahami hubungan ataupun saling keterkaitan variabel-variabel yang dipilih (dibatasi) dengan variabel utama penelitian. Selengkapnya

Pengantar Agribisnis – Peranan Agribisnis dlm Perekonomian Nasional

imageimage

Selengkapnya

Previous Older Entries

Oktober 2014
M S S R K J S
« Sep    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 19,077 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.