Ekonomi Mikro Teori Produksi

Technorati Tags:

image image href=”http://elwamendri.files.wordpress.com/2013/04/image20.png”>image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image image imageimage image image image image image image image image image image image image image image image image

Ekonomi Mikro Teori Tingkah Laku Konsumen

Technorati Tags:

image image

 image image image   image image imageimage image image image image image image image  image image

Proses Terbentuknya Wirausaha

Munculnya para entrepreneur baik dalam masa krisis maupun dalam masa kondisi ekonomi sedanga membaik, telah banyak menarik perhatian para pakar untuk melakukan berbagai penelitian. Para pakar ini tidak saja dari disiplin ilmu ekonomi, namun juga dari disiplin ilmu psikologi, sosiologi, manajemen dan lainnya. Dalam teori ekonomi, studi kewirausahaan ditekankan kepada identifikasi [eluang yang terdapat pada pasar  serta membahas fungsi inovasi dari entrepreneur dalam menciptakan kombinasi sumberdaya ekonomis untuk menghasilkan suatu produk. Dalam bidang ilmu psikologi mislnya, studi kewirausahaan lebih menekankan pada penelitian karakteristik kepribadian wirausaha, sedangkan dalam ilmu sosiologi penelitian ditekankan pada pengaruh lingkungan sosial budaya dalam pembentukan masyarakat wirausaha.

Beberapa teori yang berusaha menerangkan proses terbentuknya wirausaha diantaranya:

1. Teori Life Path Change

Tidak semua entrepreneur lahir dan berkembang mengikuti jalur yang sistematis dan terencana dengan baik. Banyak entrepreneur lahir tidak mengikuti proses yang direncanakan. Hal ini karena disebabkan beberapa hal:

a. Negative displacement

Seseorang bisa saja menjadi entrepreneur karena dia berada pada tempat yang tidak kondusif. Misalnya saja karena tertekan, merasa terhina, mengalami kebosanan selama bekerja, dipaksa ataupun terpaksa pindah dari daerah asal. Kondisi inilah yang membuat seseorang terpaksa harus keluar dari kebiasaan rutin yang dia sendiri tidak merasa nyaman dengan kondisi itu. Sementara di sisi lain upaya untuk menjaga kelangsungan hidup diri dan keluarga harus dipertahankan. Oleh karenanya menjadi entrepreneur dalam situasi seperti ini adalah pilihan terbaik bagi dirinya.

b. Being between things

Ada orang yang merasa berada pada dua dunia yang  berbeda (being between things). Orang-orang yang baru keluar dari ketentaraan, orang yang baru keluar dari penjara, sering kali mereka merasa berada pada dua dunia yang berbeda. Apapun perasaannya, yang pasti mereka tetap harus berjuang menjaga kelangsungan hidupnya. Dan biasanya beranjak darisinilah pilihan harus dibuat. Pilihan menjadi entrepreneur muncul karena menjadi entrepreneur mereka dapat bekerja dengan mengandalkan diri mereka sendiri.

c. Having positif pull

Seseorang dapat menjadi entrepreneur karena mendapat dukungan positif dari mitra kerja, investor, pelanggan, maupun relasi lain. Dukungan positif ini akan memudahkan mereka mengantisipasi peluang usaha. Slain itu dukungan positif juga akan menciptakan rasa aman dari berbagai resiko yang akan dihadapi dikemudian hari.

2. Teori Goal Direct Behavior

Teori ini menggambarkan bahwa seseorang menjadi entrepreneur untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuannya tidak lain adalah memperbaiki kelangsungan hidup dirinya dan keluarganya. Untuk mencapai tujuan tersebut, seseorang termotivasi dan mengarahkan tingkah lakunya secara persisten untuk mencapai tujuan. Diawali dengan adanya dorongan need, kemudian goal direct behavior, hingga tercapainya tujuan. Dorongan need (kebutuhan) muncul dari berbagai macam mulai dari kebutuhan dasar sampai kepada kebutuhan untuk berprestasi. Bisa juga dorongan need ini muncul dari adanya defisit dan ketidakseimbangan tertentu pada diri individu yang bersangkutan (entrepreneur).

3. Teori Pengambilan Keputusan

Sebelum mengambil keputusan terjun ke dalam dunia wirausaha, seseorang terlebih dahulu melakukan pertimbangan-pertimbangan. Pengambilan keputusan tersebut tidaklah selalu mudah, bahkan dapat menimbulkan konflik dengan dirinya sendiri bahkan dengan orang lain.

Pengambilan keputusan adalah suatu proses berfikir dan bertindak yang bermuara pada pemilihan perilaku tertentu sesuai dengan keputusan yang diambil. Jika seseorang mengambil keputusan menjadi wirausaha maka dia akan menyelaraskan tindakan dengan hasil keputusannya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan:

a. Faktor yang berasal dari situasi lingkungan keputusan itu sendiri (decision environment).

Jika seseorang cukup mengenal keadaan sekarang (initial state), tujuan-tujuan yang akan datang yang akan dicapai (desire state) dan transformasi yang dibutuhkan untuk mencapai keadaan yang diinginkan, maka seseorang tersebut dihadapkan kepada lingkungan keputusan yang berstruktur baik (well structured). Tetapi jika seseorang tidak mempunyai pemahaman konprehensif, maka dia dihadapkan kepada lingkungan keputusan berstruktur buruk (ill structured).

b. Faktor yang berasal dari dalam diri pengambil keputusan.

Ada empat atribut psiokologis yang mempengaruhi strategi-strategi keputusan:

  • Kemampuan perseptual
  • Kemampuan informasi
  • Kecenderungan untuk mengambil resiko
  • Tingkat aspirasi.

4. Teori Outcome Expectacy

Outcome expectacy bukan suatu perilaku tetapi keyakinan tentang konsekuensi yang diterima setelah seseorang melakukan suatu tindakan tertentu. Dari pengertian di atas Outcome expectacy dapat diartikan sebagai keyakinan seseorang mengenai hasil yang akan diperoleh jika ia melaksanakan suatu perilaku tertentu, yaitu perilaku yang menunjukkan keberhasilan.

Jenis Outcome Expectacy

a. Insentif Primer

Merupakan imbalan yang berhubungan dengan kebutuhan fisiologis seperti makan, minum, dan kontak fisik lainnya.

b. Insentif Sensoris

Beberapa kegiatan manusia ditujukan untuk memperolah umpan balik sensoris yang terdapat di lingkungannya.

c. Insentif Sosial

Manusia melakukan sesuatu untuk mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari lingkungan sosialnya. Penerimaan atau penolakan dari sebuah lingkungan sosial akan lebih berfungsi secara efektif sebagai imbalan atau hukuman dari pada reaksi yang berasal dari satu individu.

d. Insentif yang berupa token ekonomi

Token ekonomi adalah imbalan yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi seperti upah, kenaikan pangkat, penambahan tunjangan dan lainnya.

e. Insentif status dan pengaruh

Pada sebagian besar masyarakat, kedudukan individu seringkali dikaitkan dengan status kekuasaan. Kekuasaan yang dimiliki individu dalam lingkungan sosialnya memberikan kesmpatan kepadanya untuk mengontrol perilaku orang lain baik melalui simbol atau secara nyata.

f. Insentif standar internal

Insentif ini berasal dari tingkat kepuasan diri yang diperoleh individu dari pekerjaannya. Insentif bukan berasal dari luar diri, tetapi berasal dari dalam diri seseorang. Reaksi diri yang berupa rasa puas dan senang merupakan salah satu bentuk imbalan internal yang ingin diperoleh seseorang dari pekerjaannya.

Visi dan Karakteristik Entrepreneur

Visi Entrepereneur

Wirausahawan (entrepreneur) bukanlah manusia super ataupun manusia ajaib. Mereka hanya manusia biasa akan tetapi mereka berbeda dengan kebanyakan orang. Yang membedakan mereka adalah para entrepreneur memiliki visi, determinasi, persistensi yang kuat dalam hal pengembangan dan perubahan terhadap sesuatu. Selain itu entrepreneur memiliki karakteristik positif yang tidak dipunyai oleh orang kebanyakan.

Visi untuk pertumbuhan dan perubahan – tekad bulat (determination) untuk menciptakan perubahan konstruktif – dan kegigihan (persistance) untuk mengalihkan dan menerapkan sebuah ide, hingga ia berkembang menjadi sutu keberhasilan. Ketiga macam kualitas entrepreneur ini diperlukan guna menghidupkan ide-ide baru untuk menjadi seorang yang inovatif. Secara sederhana kualitas tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

clip_image002

Gambar: Kualitas Entrepreneur

Visi dapat dijelaskan sebagai suatu impian dengan arah tertentu. Para visioner tidak hanya menampikan sesuatu, tetapi mereka hampir mengalaminya dalam waktu yang riel. Seorang entrepreneur yang potensial harus menanyakan kepada diri mereka sendiri, “Perubahan dan pengembangan apa yang saya inginkan dalam kehidupan ini? Tentu saja tidak hanya terbatas dalam bidang finansial tapi juga dalam kehidupan sosial, kebudayaan, keluarga dan lainnya. Begitu pertanyaan itu diartikulasikan, mereka dapat mulai membangun sebuah visi yang mengitari gagasan itu. Namun harus diingat visi harus difokuskan kepada sesuatu yang nyata.

Visi saja tidak cukup. Visi harus juga disertai oleh determinasi (tekad yang bulat) untuk mengalokasikan dan memanfaatkan sumberdaya yang ada secara konstruktif untuk mencapai visi tersebut. Tambahan lagi determinasi ini mesti diimplementasikan secara gigih oleh seorang entrepreneur agar tercapai keberhasilan sesuai denan visi pengembangan dan perubahan terhadap sesuatu.

Karaktiristik Entrepreneur

Telah dijelaskan pada bagian terdahulu bahwa Entrepreneur bukan lah manusia luar biasa dan bukan pula manusia ajaib. Mereka hanyalah manusia biasa, akan tetapi mereka berbeda dari orang kebanyakan. Yang membedakan mereka adalah mereka mempunyai kualitas entrepreneur dan mempunyai karakteristik positif yang tidak dipunyai oleh orang lain. Karakteristik entrepreneur tersebut sebagai berikut:

1. Percaya Diri (self confident).

Entrepreneur mempunyai rasa percaya diri yang kuat tentang kemampuannya. Mereka percaya mereka dapat menjadi yang terbaik, mereka tidak menerima sesuatu terjadi begitu saja, karena mereka yakin mereka bisa berbuat sesuatu lebih baik. Keyakinan akan kemampuan yang dipunyai akan meningkatkan rasa percaya diri. Kepercayaan diri yang kuat membuat wirausawan antusias dan tekun dalam mencapai tujuan.

Para entrepreneur tidak saja tahu tentang kemampuan dirinya akan tetapi juga mengetahui keterbatasan-keterbatasan dirinya. Mengtahui keterbatasan diri juga sangat penting. Seorang yang mengetahui keterbatasan dirinya tidak akan mencoba menyelesaikan pekerjaan yang mereka ketahui tidak dapat mereka selesaikan dengan baik.

2. Disiplin

Seorang entrepreneur tidak lain merupakan sebuah perjalanan panjang dan itu membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi. Entrepreneurship membutuhkan upaya-upaya terfokus dan itu membutuhkan disiplin dengan sumberdaya manusia, fisik, finansial dan waktu. Tidak itu saja, mengetahui kapan mencari bantuan dan siapa yang akan membantu juga merupakan bagian dari disiplin. Mencari bantuan bukanlah kelemahan, namun itu merupakan suatu kekuatan dan disiplin.

3. Daya Inisiatif.

Inisiatif diukur dari keberanian seseorang melakukan tindakan pertama. Entrepreneur umumnya mempunyai daya inisiatif yang tinggi, sebab tanpa daya inisiatif yang tinggi entrepreneur akan kalah bersaing dalam menangkap informasi, kalah dalam merebut kesempatan yang ada dan tidak akan dapat mengalokasikan dan memanfaatkan sumberdaya menjadi lebih baik.

4. Pengambil Resiko yang Rasional.

Entrepreneur adalah orang yang senang dengan tantangan, akan tetapi mereka tetap hati-hati dan memperhitungakan semua kondisi yang ada. Entrepreneur akan menghindari resiko yang terlalu besar, karena tidak akan bisa dicapai Sebaliknya mereka juga menolak resiko yang terlalu rendah, karena tidak ada tantangan. Bagaimanapun juga seorang Entrepreneur harus membuat keputusan, meskipun hasilnya tidak pasti. Dalam membuat keputusan, Entrepreneur mengumpulkan data yang lengkap tentang situasi, menganalisa data dan baru membuat keputusan. Karena mereka yakin dengan kemampuan mereka dan optimis dengan hasil keputusannya, mereka tidak takut membuat keputusan yang sulit.

5. Pekerja Keras.

Kesuksesan selalu dihasilkan dari kerja keras. Entrepreneur meskipun mereka pekerja keras, senang terhadap tantangan dan tugas yang sulit dan mereka mencintai pekerjaan mereka.

6. Kreatif.

Entrepreneur merupakan seorang yang kreatif. Mereka mengerjakan sesuatu dengan cara baru atau dengan cara yang berbeda. Mereka yakin tanpa inovasi mereka akan tetap menjadi orang-orang primitif.

Unsur Unsur Kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan

Istilah kewirausahaan (enterpreneurship) mempunyai banyak definisi/pengertian sesuai dengan penekanan yang diberikan oleh masing-masing ahli. Namun demikian dari banyak definisi/pengertian tersebut yang menjadi kata kunci dari kewirausahaan itu adalah inovasi. Inovasi ini merujuk pada penemuan baru atau cara baru dalam melakukan sesuatu, seperti tehnologi, pemasaran, hubungan antar manusia, pengelolaan (manajemen) dan lain-lain. Untuk lebih memperjelas pengertian kewirausahaan ini akan diuraikan beberapa pandangan ahli tentang kewirausahaan.

Richard Cantillon, seorang ahli ekonomi Prancis adalah orang pertama yang menggunanakan kata entrepreneur dan entrepreneurship. Cantillon menyatakan bahwa entrepreneur adalah orang yang membayar harga tertentu untuk produk tertentu, dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti, sambil membuat keputusan mengenai pemanfaatan sumberdaya dan menerima resiko berusaha.

Dalam pernyataan Cantillon di atas, tersirat suatu kondisi bahwa entrepreneur secara sadar membuat keputusan tentang pengalokasian sumberdaya yang ditujukan untuk memperoleh manfaat setinggi mungkin. Cantilon menerapkan teorinya ke dalam dunia nyata, dan sukses di dalam pelbagai usaha termasuk dalam pengendalian komoditi pertanian. Pandangannya tentang entrepreneurship bagi produk-produk pertanian ditunjukkan pada gambar berikut:

clip_image002[10]

Gambar: Visi tentang Perilaku Entrepreneur dari Cantillon.

Menurut Joseph Schumpeter, ahli ekonomi Austria menyatakan bahwa antara entrepreneur dan entrepreneurship berkenaan dengan suatu proses. Menurut Schumpeter, seorang entrepreneur berupaya untuk mereformasi pola produksi dengan jalan menerapkan suatu penemuan baru. Penemuan baru ini bisa saja berupa suatu cara baru yang belum pernah dicoba, guna menghasilkan komoditi baru, hal tersebut dilaksanakan melalui pemanfaatan sebuah sumber daru suplai bahan-bahan atau sebuah jalur pemasaran baru untuk produk yang dihasilakan.

Profesor Nathaniel Left, adalah kapasitas untuk berinovasi, berinvestasi, penciptaan dan perluasan pasar, produk serta cara-cara berproduksi. Definisi ini mengandung implikasi bahwa suatu wirausaha akan berjalan bila ada orang (wirausahawan) yang mau mengambil resiko dan menginvestasikan sumberdaya untuk memproduksi barang dan jasa. Barang dan jasa yang diproduksi tersebut dapat berbentuk barang baru yang unik, dapat juga berbentuk disain cara baru dalam memproduksi produk yang sudah ada atau dapat juga berbentuk perluasan dan penciptaan pasar baru.

Seorang ahli ekonomi lain: James Baptis Say (terkenal dengan preposisi supply creats its own demand / penawaran akan menciptakan permintaan), menerangkan bahwa wirausahawan adalah orang yang merubah atau menggeser sumberdaya ekonomi yang mempunyai produktivitas rendah di suatu daerah menjadi sumberdaya yang mempunyai produktivitas tinggi. Aktivitas yang dilakukan oleh orang tersebut dikenal dengan kewirausahaan.

Bila diperhatikan pengertian kewirausahaan dari ahli-ahli di atas, terlihat jelas bahwa kewirausahaan, tidak hanya cocok untuk usaha-usaha yang mengejar keuntungan (profit motif), melainkan juga cocok untuk aktivitas sosial seperti pendidikan, rumah sakit dan jasa pelayanan sosial lainnya. Implikasinya adalah, pengelolaan semua kegiatan/usaha baik yang bermotif profit maupun yang bermotif sosial harus disertai dengan inovasi agar usaha tersebut mempunyai keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif.

Inovasi, sebagai kata kunci entrepreneurship seperti yang diuraikan di atas dapat dibagi-bagi dalam beberapa bentuk. Inovasi dapat berupa menghemat kapital (capital saving), menghemat tenaga kerja (labor saving). Inovasi dapat juga dilihat dari sudut permintaan dan biaya-biaya seperti menekan biaya produksi (cost reducing) atau meningkatkan permintaan (demand increasing). Inovasi yang berupa turunnya biaya seperti memperkenalkan metode baru, menggunakan sumber bahan mentah baru, dan pemakaian bentuk organisasi yang baik. Sedangkan inovasi yang berupa peningkatan permintaan misalnya memperkenalkan produk baru dengan kualitas baik serta pembukaan pasar baru.

Unsur-Unsur Kewirausahaan

Ada beberapa unsur penting dalam kewirausahaan yang saling terkait satu dengan lainnya:

1. Pengetahuan (Kognisi, Daya Nalar, Daya Pikir, Intelegensi)

Tingkat penalaran (reasoning) atau kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang dicirikan oleh daya pikir, pengetahuan, kepandaian, intelektual atau unsur kognisi. Kemampuan inilah yang membedakan manusia dengan hewan, bahkan kemampuan inipulalah yang membedakan daya kreatifitas seseorang maupun bangsa yang menyebabkan perbedaan kemakmuran dan kejayaan bangsa.

Daya penalaran merupakan kekuatan otak yang merupakan juga sumber dan awal kelahiran berbagai kreasi dan penemuan baru. Kreasi dan penemuan baru ini menjadi ujung tombak kemajuan bangsa. Jika otak seumpama pisau, maka ketajamannya hanya dapat diperoleh jika sering diasah. Jika otak diumpamakan hard-disc, maka ia hanya akan memiliki kemampuan besar jika diisi banyak masukan.

Tantangan yang dihadapi dalam peningkatan daya nalar adalah bagaimana dapat meningkatkan pengetahuan agar dapat hidup maju dan menjadi makmur. Pendidikan adalah salah satu unsur penting dalam pengembangan pengetahuan seseorang. Makin tinggi dan makin luas pendidikan yang diperoleh, maka makin tinggi dan luas pula pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan seseorang dapat juga berkembang dari hasil belajar sendiri seperti: membaca, mendengar radio, menonton televisi, diskusi, dan lain sebagainya.

2. Keterampilan (Psikomotor)

Berfikir saja, tidaklah dapat mewujudkan sesuatu. Sesuatu itu dapat diwujudkan jika ada tindakan. Daya gerak untuk bertindak, terutama tindakan awal disebut daya inisiatif. Daya ini dapat mencirikan seseorang apakah ia malas atau rajin. Banyak orang yang tahu, tetapi karena tidak bertindak atau lambat bertindak, maka dia akan merugi.

Keterampilan merupakan tindakan raga terutama tangan dan kaki untuk melaksanakan sesuatu kerja dan dari kerja tersebut baru akan terwujud hasil karya. Berbagai macam hasil karya telah lahir dari orang-orang yang mempunyai keterampilan.

Keterampilan, sebagaimana halnya pengetahuan dapat ditingkatkan. Bebrapa cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan adalah sebagai berikut:

a. Rajin dan tekun melakukan latihan mengerjakan sesuatu yang ingin diterampilkan.

b. Melakukan latihan dengan teratur, tetib dan bergairah.

c. Selalu berusaha untuk dapat melakukan lebih baik lagi dari pada kemaren.

d. Selalu berusaha untuk menemukan cara kerja yang paling baik dan efisien.

e. Berusaha kuat untuk menghasilkan karya yang terbaik.

f. Harus mampu bekerja dengan “ zero mistake “.

g. Rajin mengikuti berbagai pelatihan keterampilan.

3. Sikap Mental

Seseorang mungkin saja mempunyai otak yang cerdas dan keterampilan tinggi, namun jika ia malas, lamban, tidak mempunyai keberanian, dan apalagi ceroboh, tentulah hal itu tidak menjamin untuk dapat sukses. Sukses dapat dipakai jika pemikiran, keteramplan dan sikap mental maju digabungkan. Sikap mental maju ini meliputi: keteladanan, keluhuran, keberanian, penuh tanggung jawab, jujur, berjiwa besar dan mandiri. Jika ditelusuri lebih dalam, akan se makin jelas bahwa kesuksesan seseorang, kemajuan suatu bangsa disebabkan seseorang maupun bangsa tersebut memiliki sikap mental maju, daya penalaran dan keterampilan yang tinggi.

4. Intuisi

Sebenarnya ada faktor lain selain kecerdasan penalaran, keterampilan dan sikap mental yang berpengaruh atas sukses seseorang, yaitu daya intuisinya. Daya intuisi adalah daya ramal atau dikenal juga dengan feeling seseorang yang sulit digambarkan apakah itu hasil pemikiran atau khayalan. Jika seseorang merasakan bahwa apa yang akan dilakukan itu benar dan akan membawa keuntungan, maka sering apa yang semula hanya dirasakan itu kemudian setelah diperjuangkan terbukti benar adanya.

Banyak usahawan yang sukses karena memiliki kewaspadaan khususnya daya intuisi yang kuat. Daya ini memang sulit dijelaskan karena seolah-olah menyatu dengan pikiran, jiwa dan perasaan seseorang. Karena intuisi hanyalah sesuatu yang abstrak, maka haruslah ada tindakan untuk dapat mewujudkan apa yang dirasakan itu menjadi kenyataan. Gabungan empat unsur itulah yang menentukan seseorang maju atau terbelakang, kaya atau miskin, berjaya atau sengsara. Jadi tantangan terletak pada upaya mengembangkan empat unsur tersebut secara serentak dan harmonis, sehingga mampu membawa seseorang menjadi orang yang maju.

Kewirausahaan dan Pembangunan Ekonomi

1.1. Kewirausahaan dalam Perspektif Sejarah

Istilah kewirausahaan/Entrepreneurship berasal dari Prancis yang secara harfiah diterjemahkan sebagai perantara. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan orang-orang (Entrepreneur) yang mengorganisir kegiatan produksi dalam skala yang besar. Perantara disini dimaksudkan bahwa Entrepreneurlah yang menjadi perantara dalam transformasi input-input produksi menjadi produk atau jasa yang dihasilkan. Entrepreneurlah yang menentukan input produksi, memilih kombinasi input yang sesuai, serta menentukan kapan dan bagaimana di produksi.

Entrepreneur dalam dunia yang lebih maju muncul pada masa revolusi industri, seperti dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright. Para penemu tehnologi ini sangat berarti dalam pembangunan perekonomian, mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industri yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru.

Entrepreneur pada masa revolusi industri di Inggris menunjukkan bahwa kunci penting dalam membangun adalah semangat inovasi. Mereka mengembangkan penemuan untuk tujuan komersil dan menerapkan penemuan ilmiah untuk tujuan produksi. Kreatifitas merupakan hakikat dari tindakan Entrepreneurial.

1.2. Masalah Dasar dalam Perekonomian

Semua negara, baik negara maju maupun negara terbelakang, negara kaya maupun negara miskin mempunyai masalah ekonomi. Masalah ekonomi timbul karena sumberdaya (lahan, tenaga kerja, modal) terbatas, sementara kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Apalagi kondisi diatas diiringi oleh ketidakseimbangan distribusi sumberdaya antar daerah/negara serta diikuti oleh tingkat pertambahan penduduk yang tinggi, yang menyebabkan ledakan jumlah penduduk.

Persoalan ekonomi yang menonjol, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah persoalan pengangguran dan persoalan kemiskinan. Pengangguran didefinisikan sebagai orang-orang yang mau dan mampu bekerja akan tetapi tidak/belum mendapatkan pekerjaan. Para penganggur ini pergi ke kota dengan harapan dapat pekerjaan di kota, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mendapatkan pekerjaan karena keterampilan dan pengetahuan yang sangat kurang. Pengangguran tentu saja akan menciptakan masalah-masalah baru, terutama berkaitan dengan penyediaan perumahan, sanitasi dan kesehatan, kejahatan kriminal dan lainnya.

Persoalan lain yang juga banyak melanda negara berkembang adalah persoalan kemiskinan. Secara teoritis ada beberapa faktor determinan kemiskinan. Pertama, kemiskinan dilihat sebagai produk kegagalan individu dan sikap yang menghambat untuk merubah nasib. Kedua, kemiskinan merupakan akibat dari adanya kebudayaan kemiskinan, dan Ketiga, kemiskinan akibat dari kurang tersedianya kesempatan untuk maju.

Permasalahannya sekarang adalah bagaimana kaitan antara kewirausahaan dengan dua masalah yang di bahas di atas? Ada keyakinan bahwa jika kewirausahaan berkembang maka dua masalah diatas akan dapat dikurangi sehingga perkembangan ekonomi dapat menjadi lebih cepat. Dengan kata lain apabila perkembangan ekonomi merupakan hasil penerapan teknologi, maka harus ada seorang atau segolongan orang yang berbuat untuk menerapkan kombinasi-kombinasi baru sumber-sumber produksi untuk kegiatan produktif. Kegiatan ini menunjukkan suatu inovasi yang pelakunya adalah wirausahawan. Dengan berbagai inovasi yang dilakukan para wirausahawan maka dapat disimpulkan bahwa para wirausahawan akan mampu memproduksi barang dan jasa, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan akhirnya kondisi ini akan membuat aktivitas ekonomi secara keseluruhan menjadi lebih baik dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jelas disini bahwa ada korelasi (hubungan) antara entrepreneurship dengan pembangunan ekonomi suatu negara. Semakin berkembang entrepreneur di suatu negara maka pembangunan ekonomi negara tersebut akan semakin baik.

Tentu saja untuk menumbuhkan dan mengembangkan wirausahawan (enterpreneur) bukan pekerjaan yang mudah. Banyak kondisi yang perlu diciptakan oleh pemerintah agar muncul enterpreur-enterprener baru seperti keamanan, stabilitas politik, stabilitas harga, penyediaan infrastruktur, bantuan pelatihan, pemasaran dan bantuan finansial.

1.3. Pemerintah dan Kewirausahaan

Di negara-negara berkembang, pemerintah memainkan peran yang menentukan dalam pembangunan ekonomi. Disamping terlibat dalam pembangunan infrastruktur ekonomi, seperti jalan, jembatan, transportasi, komunikasi dan fasilitas listrik, pemerintah juga terlibat mengelola perusahaan dan industri terutama ketika sektor swasta belum begitu berkembang di negara tersebut. Bagaimanapun juga ketika ekonomi mulai berkembang, pemerintah tentunya akan mengurangi perannya di dalam aktivitas ekonomi. Pada tahap seperti ini maka sektor swasta yang dimotori oleh wirausahawan-wirausahawan jelas akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Meskipun wirausahawan merupakan seorang pengambil resiko yang rasional namun dalam melakukan investasi, wirausahawan ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang positif akan merangsang investasi maupun kondisi negatif yang akan melemahkan semangat investasi. Secara rasional dapat dipahami bahwa motif utama seseorang berinvestasi adalah adanya harapan keuntungan (profit) dimasa datang. Faktor lain yang juga dipertimbangkan adalah kenyamanan, pendapatan masyarakat, fasilitas energi listrik, transportasi dan fasilitas komunikasi.

Dari uraian di atas, jelas sekali ada hubungan yang kuat antara pemerintah dan kewirausahaan. Pemerintahlah yang semestinya memberikan insentif-insentif bagi berkembangnya kewirausahaan, karena berkembangnya kewirausahaan akan mempercepat pembangunan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak, produksi dan konsumsi yang lebih tinggi. Mengingat peran penting kewirausahaan dalam pembangunan ekonomi ini, maka ada beberapa kondisi yang perlu dipersiapkan oleh pemerintah agar tumbuh iklim investasi yang kondusif.

1. Keamanan dan Kenyamanan.

Pemerintah perlu menjamin bahwa kondisi keamanan dalam negeri dapat dipertahankan. Keadaan ini tentunya akan membuat nyaman para wirausahawan untuk berinvestasi. Kondisi-kondisi seperti ancaman bom, penculikan, amuk masa seperti yang permnah terjadi di Indonesia setelah melalui krisis multidimensional merupakan contoh kondisi yang tidak kondusif untuk berinvestasi.

2. Stabilitas Politik.

Pemerintah perlu menjamin bahwa kondisi keamanan dalam negeri dapat dipertahankan. Keadaan ini tentunya akan membuat nyaman para wirausahawan untuk berinvestasi. Kondisi-kondisi seperti ancaman bom, penculikan, amuk masa seperti yang permnah terjadi di Indonesia setelah melalui krisis multidimensional merupakan contoh kondisi yang tidak kondusif untuk berinvestasi.

3. Stabilitas Harga.

Harga dikatakan stabil jika jika tidak ada perubahan harga yang begitu drastis atau fluktuasi harga barang/jasa yang tinggi jika ada perubahan nilai tukar. Untuk komodoti-komoditi ekspor dan impor, harga komoditi begitu besar tergantung pada fluktuasi nilai mata uang asing terutama mata uang Amerika Serikat (US $). Jika nilai mata uang US $ turun, para importir akan merasa senang, karena bisa membeli barang dengan harga yang lebih murah dari biasanya, sebaliknya turunnya mata uang US $ ini membuat para eksportir merasa kurang diuntungkan.

4. Infrastruktur.

Infrastruktur yang baik merupakan salah satu dasar pertimbangan wirausahawan dalam berinvestasi disamping pertimbangan keuntungan (profit). Infrastruktur seperti jalan, jembatan, transportasi, komunikasi dan fasilitas listrik merupakan faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol oleh wirausahawan. Hanya pemerintah yang mampu membangun dan memelihara infrastruktur tersebut.

5. Pendidikan dan Latihan

Modal (uang, mesin, lahan dan material lainnya hanya akan produktif jika orang tahu bagaimana menggunakannya secara tepat. Cara terbaik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan adalah melaui pendidikan dan latihan.

6. Bantuan Pemasaran.

Menganjurkan orang-orang untuk menjadi wirausahawan tanpa bantuan pemasaran dari pemerintah merupakan tindakan yang fatal. Sama halnya dengan menganjurkan orang-orang memproduksi barang/jasa tetapi tidak ada pasar untuk menjual produk/jasa tersebut. Bantuan pemasaran dari pemerintah diperlukan, dan dapat berupa promosi, mengidentifikasi pembeli, memberi informasi harga dan lainnya.

7. Bantuan Finansial.

Dana penting bagi para wirausahawan terutama wirausahawan kecil dan lemah. Bantuan finansial dari pemerintah diharapkan dapat merangsang wirausahawan untuk berproduksi dan dapat saja berupa kredit lunak.

1.4. Kontribusi Wirausahawan/Entrepreneur

Seperti di uraikan pada bagian terdahulu bahwa terdapat kaitan yang erat antara kewirausahaan dan pembangunan ekonomi. Semakin berkembang kewirausahaan, maka semakin berkembang perekonomian suatu negara. Secara konkrit ada beberapa kontribusi wirausahawan terutama dalam kaitannya dengan keberadaan perekonomian suatu negara.

1. Entrepreneur mampu mengembangkan pasar baru.

Dalam konsep pemasaran modern, pasar diartikan sebagai orang-orang yang bersedia dan mau dipuaskan kebutuhannya. Di dalam ekonomi, konsep ini dikenal dengan permintaan effektif (effective demand). Wirausahawan adalah orang-orang yang kreatif. Mereka dapat menciptakan pelanggan atau pembeli. Inilah yang membuat para wirausahawan berbeda dengan pelaku bisnis lainnya yang hanya melakukan fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, dan pengkordinasian.

2. Entrepreneur dapat menemukan sumberdaya/input atau faktor produksi baru.

Wirausahawan adalah orang yang tidak pernah puas dengan input produksi yang ada. Karena sifat inovasi mereka mereka berusaha menemukan sumberdaya baru untuk meningkatkan kemampuan usaha mereka. Dalam usaha/bisnis, siapa saja yang dapat mengembangkan dan menemukan sumberdaya baru tentunya akan mendapatkan keuntungan komparatif dalam penawaran produknya di pasar, akan dapat mengurangi biaya perunit produk, dan akan dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

3. Entrepreneur dapat memobilisasi sumberdaya modal.

Wirausahawan adalah orang yang mengorganisir dan mengkordinasikan faktor-faktor produksi seperti lahan, tenaga kerja dan modal. Merekalah yang mengkombinasikan faktor produksi ini dengan kombinasi yang cocok untuk menciptakan barang dan jasa. Dalam ekonomi, sumberdaya modal dapat berbentuk mesin-mesin, bangunan maupun sumberdaya produktif fisik lainnya. Wirausahawan dengan kyakinannya dapat mengakomulasikan modal untuk menemukan usaha baru ataupun mengembangkan usaha yang sudah ada.

4. Entrepreneur, memperkenalkan teknologi dan produk baru.

Disamping seorang inovator, wirausahawan juga sebagai pengambil resiko yang rasional. Wirausahawan mampu melihat peluang usaha dengan cermat. Mereka memperkenalkan sesuatu yang baru atau berbbeda dengan yang sudah ada. Semangat wirausahawan demikian tentunya akan memberikan sumbangan yang berarti bagi perekonomian suatu negara. Setiap tahun, ada tehnologi baru, dan ada produk baru. Semuanya ditujukan untuk memuaskan kebutuhan manusia dengan cara yang cocok dan menyenangkan.

5. Entrepreneur menciptakan lapangan kerja.

Inovasi wirausahawan akan menciptakan lapangan kerja baru. Tenaga kerja yang diserap pada lapangan kerja ini tentunya akan mempunyai efek pengganda terhadap keseluruhan perekonomian. Semakin banyak lapangan kerja, juga berarti semakin banyak sumber pendapatan bagi masyarakat. Peningkatan pendapatan berarti akan meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa. Kondisi ini menjadi faktor perangsang bagi penigkatan produksi. Lebih banyak produksi berarti juga akan lebih banyak tenaga kerja yang dapat diserap pada berbagai lapangan kerja.

PKL I – Desa Air Hitam – Kecamatan Sadu – Kabupaten Tanjabtimur – Provinsi Jambi

TUGAS I PIP 2012

 

Seringkali orang mengatkan bahwa sektor pertanian dalam perekonomian Indonesia memegang peranan yang begitu penting. Padahal di Indonesia masih banyak terdapat pertanian rakyat. Bisakah Saudara menguraikan ciri-ciri pertanian rakyat? Menurut Saudara apakah sektor pertanian memang sangat penting dalam perekonomian Indonesia? Jika  Ya, apa alasan Saudara dan jika Tidak, jelaskan juga alasan-alasannya. Menurut Saudara dapatkah pertanian rakyat dirubah menjadi pertanian modern? Jika dapat, upaya-upaya apa yang harus dilakukan?

Latihan – Pengantar Ilmu Ekonomi

  1. Berikan pengertian dari Ilmu Ekonomi, Ekonomi Makro dan Ekonomi Mikro dan Apakah masalah-masalah pokok yang dihadapi setiap perekonomian ?
  2. Terangkan apa yang dimaksud dengan permintaan, hukum permintaan, dan kurva permintaan.
  3. Berikan pengertian elastisitas permintaan atau elastisitas permintaan harga, tuliskan rumusnya dan cari elastisitas permintaan dari telor di bawah ini (elastisitas titik dan elastisitas busur):

       Pada bulan Juli 2001 jumlah telor yang diminta dipasar Angso Duo adalah sebanyak 3500 butir, sementara harga telor waktu itu Rp 500/butir. Pada bulan September harga telor naik menjadi Rp 750/butir sedangkan permintaan terhadap telor pada bulan September tersebut adalah 2250 butir.

4.  Jelaskan faktor-faktor apa yang mempengaruhi jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen.

5. Jika diketahui permintaan konsumen terhadap kacang tanah di Pasar Angso Duo, Bulan Desember 2008 sebabagi berikut:

 

Harga Kacang Tanah (Rp/Kg 22 20 18 16 14 12 10 8
Jumlah Permintaan (Kg) 0 5 10 15 20 25 30 35
  • Gambarkan kurva permintaan dari data diatas.
  • Coba tuliskan apa pengertian kurva permintaan.
  • Apakah dari kurva di atas anda bisa menemukan kondisi hukum permintaan ?
  • Jika seandainya pendapatan masyarakat meningkat pada bulan Januari 2009, apa yang terjadi pada kurva permintaan ? bagaimana dengan harga kacang tanah ? Jelaskan beserta gambarnya.

6. Salah satu fungsi pasar adalah sebagai penentu nilai. Apa maksud dari pernyataan di atas? Tuliskan ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna.

7. Jelaskan perilaku konsumen dengan pendekatan Utilitas. Gunakan angka hipotetis guna membantu penjelasan saudara !

……….Selamat bekerja……….

 

Karakteristik Lubuk Larangan Desa Telentam

Karakteristik Lubuk Larangan Desa Telentam

Previous Older Entries

April 2014
M S S R K J S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Blog Stats

  • 13,556 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.