Perdagangan Internasional-Merkantilisme

 

Seperti telah di uraikan pada bagian “sekilas perdagangan internasional”, dipahami bahwa perdagangan internasional merupakan transaksi ekonomi yang dilakukan antar negara yang dilakukan secara sukarela. Secara umum, yang di perdagangkan oleh negara-negara tersebut merupakan barang konsumsi, seperti televisi, pakaian, barang-barang  modal seperti mesin dan berbagai bahan baku beserta makanan. Selain barang-barang konsumsi di atas, transaksi ekonomi lainnya berupa saja seperti jasa transportasi, pembayaran untuk hak paten. Transaksi perdagangan internasional ini difasilitasi oleh lembaga keuangan internasional, termasuk perbankan swasta dan bank sentral (Bank Indonesia).

Pertukaran barang dan jasa antar negara merupakan praktek yang sudah tua, sebanding dengan sejarah peradaban manusia. Pertukaran barang dan jasa sebagai cikal bakal perdagangan internasional berlangsung semakin intensif semenjak abad pertengahan terutama di negara benua Eropa sejalan dengan meningkatnya pemikiran-pemikiran tentang kesejahteraan negara (nation-state). Para pemikir dan ahli filsafat saat itu telah intensif memikirkan tentang fungsi dari negara, dan perdagangan antar negara mulai menjadi perhatian para filsuf. Perdagangan inernasional dipandang sebagai upaya awal untuk memperkuat negara dan pemikiran itu dikenal sebagai mercantilisme.

Analisis merkatilisme mempengaruhi pemkiran filsuf Eropa dan mencapai puncaknya dan pada tahun 1600 sampai 1700. Pada waktu itu di Eropa tengah bermunculan negara-negara merdeka seperti Ingrris, Perancis, Jerman, Italia dan Belanda. Mereka memiliki keinginan untuk mempertahankan kedaulatan, kebebasan dengan memajukan kesejahteraan rakyatnya. Pemikiran utama yang berkembang waktu itu adalah memfokuskan diri pada upaya bagaimana meningkatkan kesejahteraan negara. 

Ciri utama dari dari pemikiran merkantilisme adalah campur tangan negara secara menyeluruh untuk mengintervensi dan mengatur perekonimiannya. Merkantilisme menitik beratkan kemakmuran suatu negara berdasarkan tingkat kekayaannya. Pengumpulan kekayaan negara dilakukan dengan meningkatkan volume perdagangan yang dapat ditempuh dengan cara: peningkatan produksi dan perluasan pasar. Kebutuhan akan pasar baru ini ditengarai sebagai akibat dari lahirnya imperialisme.

Ketika pemikiran merkantilisme berkembang, bangsa Eropa telah mengenal logam mulia sebagai medium of exchange (uang), sehingga kemudian menetapkan standar ukuran kemakmuran negara dengan jumlah logam mulia yang dimiliki. Semakin banyak logam mulia, maka semakin makmur negara itu dibandingkan dengan negara lainnya. Peningkatan produktivitas diperlukan untuk meningkatkan ekspor yang bisa mendatangan surplus perdagangan. Selain itu, perluasan pasar juga diperlukan untuk meningkatkan surplus perdagangan. Dengan adanya surplus perdagangan maka akan terjadi peningkatan pendapatan negara yang yang harus dibayar secara tunai dengan emas.

Dukungan penguasa pada pemikiran merkantilisme terlihat dari kebijakan ekonomi proteksi, dimana negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif. Cara-cara perluasan pasar yang dilakukan adalah menjelajahi samudra, membuka wilayah baru untuk eksplorasi. Penjelajahan bangsa Eropa ini akhirnya membawa ketamakan untuk menguasai sumberdaya alam di wilayah baru sebagai bagian dari kekayaan negara. Mereka menjadikan wilayah-wilayah baru tersebut sebagai daerah jajahan/koloni mereka. Daerah koloni dipaksa menghasilkan bahan mentah untuk keperluan industri dan dipaksa untuk membeli hasil industri negara maju.

Dalam prakteknya, merkantilisme dapat dibedakan atas dua jenis:

  1. Kelompok Bullionist. Kelompok ini berkembang sebagai awal perkembangan kelompok merkantilisme murni. Kelompok ini mengkaitkan kemakmuran negara dengan banyaknya logam mulia. Semakin besar stok logam mulia di dalam negeri, semakin makmur dan berkuasa negara tersebut.. Kebijakan kelompok ini: a. mendorong ekspor sebesar-besarnya (kecuali logam mulia); b. melarang impor dengan ketat; c. surplus ekspor harus dibayar dengan logam mulia.
  2. Merkantlisme Murni. Merkantilisme murni menekankan pada suku bunga rendah. Suku bunga rendah  akan menguntungkan pencari kredit dan ini diperlukan untuk mendorong kegiatan ekonomi. Agar kegiatan ekonomi berkembang maka harga barang-barang haru meningkat dan peningkatan harga barang dapat terjadi apabila jumlah uang beredar meningkat. Agar jumlah uang beredar meningkat maka jalan yang paling mudah adalah melakukan perdagangan internasional. Oleh karena itu setiap negara wajib berusaha memperoleh neraca perdagangan yang menguntungkan (favourable balance of trade). Para pendukung merkantilisme murni diantaranya: Thomas Mun (nggris), Colbert (Prancis), Von Horbigh (Jerman) dan Becker (Austria).

Dasar Manajemen–Pengantar

imageimage

imageimage

imageimage

imageimage

imageimage

imageimage

imageimage

imageimage

image

Sekilas Perdagangan Internasional

Tulisan ini ditujuan untuk mahasiswa PAP 364 Perdagangan Internasioal, sebagai tambahan bahan baca. Berharap dapat menambah semangat mengisi lembaran yang sudah lama tertinggal.

Pengertian Perdagangan Internasional

Seperti telah dipahami oleh semua orang, secara geografis terdapat perbedaan antara satu tempat dengan tempat lain sebagaimana juga terjadinya perbedaan iklim antara satu tempat dengan tempat lainnya. Oleh karena itu, setiap negara tentu saja tidak dapat memproduksi semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya karena perbedaan-perbedaan di atas. Lebih lagi, setiap negara tentu saja mempunyai potensi sumberdaya manusia yang berbeda dengan negara lain termasuk juga perbedaan dalam keterampilan yang dimiliki oleh sumberdaya manusianya.

Produksi barang dan jasa di suatu negara mungkin saja bisa dilakukan di dalam negeri negara tersebut, akan tetapi dengan kualitas yang tidak memadai karena ketidak cocokan beberapa kondisi yang dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan dapat saja mengeluarkan biaya lebih besar (ekstra) untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Oleh karena itu suatu negara melakukan perdagangan dengan menukakarkan barang/komoditi dan jasa yang tidak dapat dihasilkan oleh negara itu ataupun yang tidak ekomomis dalam memproduksi komoditi atau jasa tersebut. Aktivitas perdagangan inilah yang disebut dengan perdagangan internasional. Dengan kata lain, transaksi internasional/antar dua negara yang dilakukan secara sukarela disebut dengan perdagangan internasional, sebaliknya transaksi domestik barang dan jasa antara dua perusahaan di dalam negeri suatu negara bukanlah disebut dengan perdagangan internasional.

Sebahagian besar negara di dunia atau bahkan semua negara  telah terlibat dalam perdagangan yang sering dikenal dengan perdagangan luar negeri. Negara-negara juga terlibat dalam perdagangan internasional jika negara tersebut memiliki surplus dalam produksi berbagai komoditi. Negara yang memiliki surplu produksi komoditi ini menjual sebagian produksi dalam negeri kepada pembeli individu maupun pihak perusahaan di luar negeri. Oleh karena itu, saat ini hampir tidak ada lagi negara yang “autarki”, yaitu negara yang hidup terisolasi, tanpa mempunyai hubungan ekonomi, keuangan, aupun perdagangan internasional.

Keuntungan/Benefit dari Perdagangan Bebas.

Perdagangan bebas adalah transaksi internasiona dari komoditi dan jasa yang dilakukan dua negara tanpa melakukan diskriminasi terhadap barang-barang yang diimpor ataupun penolakan/pembatasan terhadap barang dan jasa yang diekspor, dimana dua negara tersebut saling memperoleh keuntungan. Beberapa keuntungan dari perdagangan bebas, diantaranya:

  1. Meningkatkan pilihan-pilihan bagi konsumen dan meningkatkan keuasan konsumen dalam mengkonsumsi barang dan jasa
  2. Meningkatkan standar hidup/ Standart of lifing
  3. Meningkatkan kenyamanan/perdamaian dunia.

Perdagangan bebas akan dapat mendorong peningkatan kuantitas produksi beragam komoditi, sekaligus juga peningkatan kualitas barang, pada harga yang kompetitif, yang pada akhirnya dapat memperluas pilihan-pilihan bagi konsumen serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Perdagangan bebas juga akan mendorong terciptanya spesialisasi produksi, meningkatkan persaingan yang fair serta peningkatan skala ekonomi. Peningkatan tiga komponen itu, pada akhirnya akan bermuara pada pencapaian produktivitas yang lebih tinggi, dan demikian akan meningkatkan standar hidup/standart of living secara umum. Perdagangan bebas juga akan mendorong terciptanya keuntungan masing-masing negara yang berdagang, dan akan meningkatkan saling keterkaitan antara negara yang satu dengan negara lainnya, yang pada akhirnya akan menuju perdamaian dunia/wolrd peace.

Perdagangan Internasional dari Aspek Makro dan Mikro

Berdasarkan aspek makro, perdagangan internasional dapat ditinjau dari sisi:

  • penawaran dan permintaan,
  • pendapatan nasional.

Keseimbangan ekonomi suatu negara merupakan keseimbangan penawaran total dan permintaan total. Penawaran total pada suatu negara terdiri dari penawaran dalam negeri (DN) ditambah dengan penawaran dari luar negeri atau impor ( M ). Permintaan total disuatu negara merupakan penjumlahan dari konsumsi dalam negeri ditambah dengan deman dari luar negeri atau ekspor (X). Dari uraian diatas dapat diketahui bahwa keseimbangan ekonomi dari suatu negara dipengaruhi oleh impor (M) sebagai penawaran dan ekspor ( X )sebagai permintaan dari luar negeri.

Ditinjau dari pendapatan nasional, berdasarkan pendekatan pengeluaran dapat dirimuskan bahwa GNP = Y = C + I + G + (X – M). Bila nilai ekspor lebih besar dari nilai impor, maka posisi neraca perdagangan luar negeri surplus, sehingga GNP menjadi naik, demikian sebaliknya.

Berdasarkan aspek mikro, pengaruh perdagangan internasional dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Dalam memproduksi barang, perusahaan membutuhkan input, baik yang berasal dari dalam negeri maupun input yang diimpor. Secara langsung maupun tidak langsung biaya input ini akan dipengaruhi oleh kurs/nilai tukar. Bilai terjadi appresiasi nilai tukar, maka supply barang akan berkurang dan harga barang tersebut akan naik dengan sendirinya biaya input untk berproduksi akan meningkat.
  2. Dalam melakukan aktivitas produksi, perusahaan akan memasarkan barangnya baik di dalam negeri maupun ke pasar luar negeri. Bila kurs/nilai tukar terapresiasi, maka permintaan luar negeri akan cenderung naik, dan kondisi ini akan meningkatkan penerimaan perusahaan.
  3. Tingkatkeuntungan perusahaan sangat ditentukan oleh total revenue dan total cost yang dikeluarkan. Sehingga dengan demikian secara mikro, kondisi perdagangan internasional dan ekonomi internasional berpengaruh sangat besar kepada perusahaan.

Pemberdayaan Masyarakat-Pengembangan Masyarakat

imageimage

imageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimage

PIP–Pasca Panen

imageimage

imageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimageimage

Pengantar Agribisnis-Karakteristik dan Keunikan Agribisnis

imageimageimage

Lagi

PIP-Kegiatan Budidaya Pertanian

imageimage

Lagi

PIP-Ilmu Budidaya dalam Pertanian

imageimage

Lagi

Pengantar Agribisnis-Konsep dan Pendekatan Agribisnis

imageimageimage

Lagi

Pengantar Agribisnis-Komponen Agribisnis Lanjutan

 

imageimageimage

 

Lagi

Previous Older Entries

September 2016
M S S R K J S
« Feb    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Blog Stats

  • 40,620 hits